..:: Welcome In ICT, Xoxx_Indonesia_China_Town_xxoX ::..
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
home music ict radio events team facebook free download mp3

..:: Category ::..


Click Play To Start Radio

Thursday, March 03, 2011

>> 2 Year Anniversary, ICT "GUESS THE SONG" Competition



Camfrog Channel : Xoxx_Indonesia_China_Town_xxoX



ICT kembali hadir dengan mengadakan event "Guess the song Competition", pada tanggal 25 Maret 2011, pukul 20.00 WIB dalam rangka merayakan "2 YEAR ANNIVERSARY", ULANG TAHUN Xoxx_Indonesia_China_Town_xxoX yang KE-2




Dalam kompetisi ini, akan dibagi dalam 3 season
season 1 dan 2 = friend dan user
season 3 = owner, operator, friend , dan user
Masing masing season akan dipilih 1 pemenang dan akan mendapatkan hadiah2 yang lebih menarik dari event2 sebelumnya.
Total hadiah 1 juta Rupiah.




Pendaftaran terbuka untuk siapa saja dan bebas biaya pendaftaran (GRATIS).
Kepada Teman2 yang ingin mengikuti kompetisi ini, dapat menhubungi 8CM, atau Owner/Operator yang sedang bertugas untuk mendaftar.


AYOO.... BURUANNNN...... SEGERA JOIN KE Xoxx_Indonesia_China_Town_xxoX
Read More.. Post a Comment

Tuesday, January 11, 2011

Let Me In | Remake "Let The Right One In" | 2010

“Let Me In” yang seluruhnya di tulis juga oleh Matt Reeves memang jelas menghadirkan nuansa yang berbeda, kesan yang terlalu “dingin” dari “Let The Right One In” tiba-tiba berganti dengan atmosfir sedikit lebih hangat, disana ada jalan cerita yang lebih “cerah” untuk dimengerti, dan balutan kemisteriusan dari film orisinilnya berubah menjadi suatu yang bisa dibilang dibuat untuk lebih menakuti. Ketika “Let The Right One In” lebih asyik bermain dalam ruang gelap yang menantang kita untuk melangkah meraba-raba apa yang ada disekeliling ruangan tersebut, kadang kita juga diajak untuk menabak-nebak apa sebenarnya arti mimik “dingin” Eli dan menengok lebih dalam untuk mengetahui apa yang sebenarnya dirasakan oleh Oskar. “Let Me In” tampaknya ingin lebih terbuka, kita tidak lagi diajak bermain “petak-umpet” psikologis, mengartikan setiap pergerakan wajah Owen dan Abby, karena ke-innocent-nan mereka dalam mengungkapkan rasa lebih bisa terbaca disini. Dari segi “mentah” cerita, “Let Me In” memang tidak akan jauh berbeda dengan “Let The Right One In”, karena pada dasarnya mereka bersumber pada material yang sama, yaitu novel John Ajvide Lindqvist. Disinilah Matt Reeves dituntut berkerja keras untuk memutar pena dan menuliskan kisah versinya sendiri.

“Let Me In” yang berlatar belakang kota Los Alamos, New Mexico di tahun 1983 akan menceritakan Owen (Kodi Smit-McPhee), seorang bocah 12 tahun yang tidak bahagia dengan keluarganya yang akan segera bercerai, dia juga kesepian, satu-satunya teman yang dia miliki adalah “dendam”, karena hampir setiap saat di-bully oleh Kenny (Dylan Minnette) dan teman-temannya. Tidak punya tempat untuk bercerita, Owen hanya bisa “curhat” dengan pohon yang menjadi tempatnya untuk mencurahkan dendamnya, bicara sendiri sambil menusuk-nusuk pohon tersebut dengan pisau kecil sepertinya sudah cukup meredakan rasa hausnya untuk balas dendam. Kenapa dia tidak membalas? “jumlah mereka lebih banyak”, itulah jawaban Owen kelak kepada Abby (Chloe Moretz). Siapa Abby? dia adalah teman baru Owen, seorang gadis seumuran dengannya. Ketika Owen sedang membutuhkan teman, Abby tiba-tiba saja datang seperti memang diperuntukan untuk menemani kesepian Owen. Abby datang dengan ayahnya, lalu tinggal bertepatan di sebelah apartemen Owen. Pertemuan mereka diawali dengan percakapan kecil, lalu esok malamnya diakrabkan dengan sebuah mainan “kubus rubik”, selanjutnya Owen dan Abby pun semakin dekat, mengucapkan selamat tinggal pada “kesepian”.



Apa yang tidak Owen ketahui adalah Abby tidak seperti apa yang dia lihat di permukaan kulit, tapi dibalik kulit yang terkadang bisa berubah pucat tersebut tersembunyi misteri yang mengerikan. Ketika Owen dan Abby merajut tali persahabatan mereka, lalu pada saat Owen mulai berani melawan Kenny, dan ayah Abby diam-diam selalu keluar pada malam hari. Kota kecil Los Alamos yang damai sebentar lagi akan kedatangan “tamu”, mengejutkan sekaligus mengerikan. Kata mengejutkan juga pantas disematkan pada film ini ketika pertama kali saya menontonnya, beruntung setelah lama menunggu akhirnya dirilis juga di bioskop lokal, walau baru tayang midnight, entah kapan ditayangkan secara reguler. “Let Me In” masih memiliki pesona istimewa yang juga dimiliki “Let The Right One In”, yaitu sebuah kesuraman yang diselimuti oleh keindahan hubungan dua orang bocah, yang satu berumur 12 tahun, yang satu lagi mengklaim dirinya berumur sama. Yah Matt Reeves sepertinya sukses me-remake atmosfir kelam yang terbalut dingin di film orisinilnya, tetapi mewujudkannya dengan versinya sendiri, sama seperti apa yang dia lakukan terhadap bagaimana cara dia bercerita.


Dear Owen, I am in the bathroom. Please do not come in. Do you want to hang out with me again tonight? I really like you. Love, Abby.


“Let Me In” masih akan bertabur rasa kelam, meninggalkan jejak-jejak kesunyian pada tumpukan salju yang mengubur cerahnya kota Los Alamos, berbeda dengan “Let The Right One In” yang “bersuhu” dingin, Matt Reeves mencoba menurunkan nuansa dingin tersebut menjadi agak lebih hangat. Bermodalkan novel yang sama, Matt Reeves sukses mengerjakan pekerjaan rumahnya untuk menampilkan hasil akhir yang membuat film ini berkesan seperti bukan film remake (karena memang seperti yang saya katakan di awal, Matt Reeves mencoba mengadaptasi dari bukunya langsung). “Let Me In” dirangkai oleh Reeves untuk sanggup berdiri sendiri dengan susunan cerita yang bisa dikatakan berbeda walau nantinya semua berujung ke sudut yang sama. Jadi ketika saya atau mereka yang sudah menonton “Let The Right One In” mungkin akan kelelahan mencoba membanding-bandingkan perbedaan dan kesamaannya. Karena Reeves toh menginjeksi bagian demi bagian ceritanya dengan orisinalitasnya sendiri, caranya sendiri untuk bercerita pada akhirnya justru menantang kita untuk tidak lagi membandingkan mana adegan serupa dan mana adegan yang dihilangkan. Tetapi lebih kepada mencari-cari kelebihan dari masing-masing adegan yang kedua film “Let Me In” dan “Let The Right One In” sudah tawarkan kepada penonton dengan cara terbaik mereka masing-masing pula.



Bagaimana “romantisme” Owen dan Abby diceritakan, bagaimana Reeves juga bercerita tentang kisah ayah Abby, semua terkemas dengan kantong yang baru tetapi masih dengan isi yang sama, inti cerita yang istimewa. Romantisme Owen dan Abby lebih bisa mudah dirasakan, walau misterius tetapi lebih hangat untuk dipeluk. Begitu juga dengan kisah Abby dan ayahnya, hubungan mereka berdua lebih mudah dimengerti dengan adegan-adegan yang memang dibuat untuk menjelaskan kekuatan hubungan ayah-anak. Baiklah, dari kisah yang ditawarkan, sekali lagi “Let The Right One In” juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh “Let Me In”, tapi keduanya berbagi kelebihan yang sama dalam urusan memoles film ini tampil elegan dan berkelas secara sinematografi. Jika Hoyte van Hoytema dalam “Let The Right One In” mampu memanjakan mata dengan gambar nan indah bernuansa kelam dan dingin terbalut dengan cita rasa khas Eropa yang elegan. Greig Fraser melakukan hal yang sama pada “Let Me In”, dia berhasil menyelaraskan setiap adegan dengan gambar-gambar yang elegan nan indah. Greig Fraser tahu betul bagaimana harus menyorot wajah-wajah manis Owen dan Abby untuk menyampaikan pesannya kepada penonton, walau mereka sama sekali tidak berbicara, mereka berhasil berkomunikasi dengan penontonnya. pengambilan gambar dan pergerakan kamera Greig Fraser pada akhirnya berhasil “membekukan” kita untuk terus nyaman menonton, serta “menghangatkan” kita untuk menikmati keindahan lanskap-lanskap sederhana yang ada.



“Let The Right One In” memiliki talenta yang menakjubkan ketika berbicara soal para pemainnya, terutama fokus kita pada Kare Hedebrant (Oskar) dan Lina Leandersson (Eli), keduanya menampilkan performa yang tidak hanya memikat tetapi melekat di hati para penontonnya. Kodi Smit-McPhee dan Chloe Moretz pun tidak kalah memikat dalam memerankan lakon utama di “Let Me In”, keduanya bisa mengaitkan chemistry hangat tersebut dengan penonton, berbagi kasih sayang mereka untuk menyentuh rasa simpatik penonton. Kodi Smit-McPhee bermain apik sebagai bocah penyendiri dan pendendam, dia bisa menyampaikan ketulusan hatinya serta kesedihannya dan menyamarkannya di balik tubuh kurus anak bernama Owen. Chloe Moretz yang sebelumnya berakting “kasar” sekaligus fantastis dalam “Kick-Ass”, kembali menampilkan performa gadis cilik yang tangguh. Chloe berhasil menghadirkan kemisteriusan dalam wajah Abby, mimik wajahnya yang janggal dan dialog-dialog lugu terkadang kasar dapat dengan baik dimainkan olehnya. Keduanya pun akhirnya mampu memanipulasi emosi dan mood kita, dibantu dengan musik yang dialunkan Michael Giacchino. Walau di beberapa momennya Giacchino terasa sedikit berlebihan namun upayanya dalam membangun ketegangan atau sisi romantis film ini bisa terbilang cukup bekerja dengan baik.



John Ajvide Lindqvist tampaknya adalah orang yang beruntung karena novelnya diadaptasi menjadi dua film yang sama-sama menawarkan kehebatan dalam bercerita. “Let Me In” dan juga “Let The Right One In” saling berbagi keistimewaan, keduanya menawarkan sebuah pengalaman sinematik yang unik, sebuah kisah romantis yang manis, seperti permen kesukaan Owen. Walau “Let The Right One In” akhirnya masih saya tempatkan pada posisi terbaik, bukan berarti “Let Me In” lebih buruk, tidak film ini justru adalah sebuah kisah hebat yang mampu berdiri sendiri berkat kemahiran Matt Reeves meracik formulanya. Menjadikan film ini sebuah remake yang langka, karena mampu tampil head-to-head dengan film orisinilnya, memamerkan orisinalitasnya sendiri dan ditangan Matt Reeves, “Let Me In” adalah film yang tidak lupa memberikan respek terhadap film pendahulunya. Ketika genre ini makin diolok-olok, “Let Me In” hadir untuk memberi pesan kepada Hollywood lewat taring, darah, dan kisah yang hebat!


SYNOPSIS:
In the haunting and provocative "Let Me In," an alienated 12-year-old boy (Smit-McPhee) befriends a mysterious young newcomer (Moretz) in his small New Mexico town and discovers an unconventional path to adulthood. The film is based on the bestselling vampire novel, "Lat den Ratte Komma In," by Swedish author John Ajvide Lindqvist, and is an English-language remake of the highly acclaimed Swedish film of the same name.

Plot:

Let Me In, menceritakan kisah mengerikan tentang seorang anak berusia 12 tahun yang terasing bernama Owen (Kodi Smit-McPhee) yang dengan kejam diintimidasi oleh teman-teman sekelasnya dan diabaikan oleh orangtuanya yang bercerai. Pedih kesepian, Owen menghabiskan hari-harinya merencanakan balas dendam pada penyiksanya di sekolah dan malamnya memata-matai penduduk lain dari kompleks apartemen. Satu-satunya teman adalah tetangga barunya Abby (Chloe Moretz).

Directed by
Matt Reeves

Produced by
Simon Oakes
Guy East
Nigel Sinclair
Donna Gigliotti
John Nordling
Carl Molinder

Written by
Matt Reeves

Novel and original film screenplay:
John Ajvide Lindqvist

Starring
Kodi Smit-McPhee
Chloƫ Moretz
Richard Jenkins

Music by
Michael Giacchino

Cinematography

Greig Fraser

Studio
Hammer Films
Icon Productions

Distributed by
Overture Films




TRAILER:

Read More.. Post a Comment

Thursday, January 06, 2011

Kreatifitas Orang-orang di Tampilan Baru Facebook..!!



Kebanyakan orang memanfaatkan tampilan baru tersebut menjadi kreatifitas yang unik..


Berikut beberapa tampilan unik yang kreatif di profil facebook dengan tampilan baru


Belakangan ini Facebook membuat update di aplikasinya yaitu membuat tampilan baru dalam desain nya.
















Read More.. Post a Comment

Korean Food !! Yummy... ^^

WAH.. WAH.. udah mulai berbau asian lovers lagi nih, pasti yang kenal aq pada bilang gitu.. gara gara d radio tempat aq bekerja aq banyak nanganin yang berbau Asia. Tapi padahal buakan karena itu juga sih... pertama kalinya menulis ini karena kmaren abis nyobain makanan khas korea yg rasanya bikin terngiang ngiang [emangnya lagu zzz] nah pokoknya yang baca artikel ini kudu cobain juga.
Awalnya sih karena ikutan gathering Korean Pop Lovers Malang , yang awalnya datang ke acara itu meliput acara dan karena kerja sama antara radio dan Kpop lovers malang , eh buntutnya malah jadi wisata kuliner ... haizz..... tapi bagus juga sih, paling ga sekarang udah tau makanan makanan yang dimakan ama artis2 korea di drama2 korea.. bener bener bikin ngiler. Awalnya mikir juga si, bentuknya tuh makanan Korea yg dijual panjang2 kayak rokok kayak mpek2 , yah panjang2 putih gitu dengan diameter 1cm gitu lah. Lalu bumbunya warna merah, Jadi yg ngeliatnya mikir, ni rasanya kayak apa ya ?? merah kayak asinan Bogor, bikin penasaran, Apalagi harga yg ditawarkan juga lumayan murah laa... cuman 5000 IDR , selain itu ada juga dijual kue2 dan mie instant plus rumput laut ^^ enaaakkk
mau tau seperti apa topoki itu, yuk liat keterangan dari wikipedia yukkk ^^



Tteokbokki adalah penganan Korea berupa tteok dari tepung beras yang dimasak dalam bumbu gochujang yang pedas dan manis. Tteok yang dipakai berbentuk batang atau silinder. Penganan ini merupakan makanan rakyat yang banyak dijual di pojangmacha.
Pada awalnya, penganan ini berasal dari masakan istana Dinasti Joseon yang disebutgungjung tteokbokki. Pada waktu itu, masakan ini berupa huintteok yang dimasak dengan kecap asin bersama daging sapi, bagogari, kecambah kacang hijau, peterseli, shiitake, wortel, dan bawang bombay. Rasanya jauh berbeda dari tteokbokki berbumbu cabai yang dikenal sekarang. Selain itu, tteok yang dipakai bisa terdiri dari 5 warna yang melambangkan Korea:merah, kuning, putih, hitam, dan biru.

Kawasan Sindang-dong di Seoul dikenal sebagai tempat makan tteokbokki. Sesuai Perang Korea, kios kecil di Sindang-dong adalah kios pertama yang menjual tteokbokki dengan bumbu cabai. Hingga kini, di kawasan Sindang-dong terdapat banyak kios tteokbokki.

Sumber: Debrina http://xiaomugicha.blogspot.com/
Read More.. Post a Comment

Wednesday, January 05, 2011

10 Film Hollywood Paling Dinanti 2011



Film-Film Bioskop Tahun 2011 yang tidak boleh terlewatkan! 10 film Hollywood yang akan hadir di tahun 2011 ini, akan meramaikan bioskop2 tanah air, mulai dari sekuel hingga adaptasi. Ini dia, sepuluh film karya sineas Hollywood yang paling dinanti-nantikan kehadirannya di bioskop tahun ini.





1. Battle: Los Angeles (11 Maret)

Sutradara: Jonathan Liebesman, Pemain: Michelle Rodriguez, Aaron Eckhart

Film soal invasi makhluk asing ke bumi bukan sesuatu yang baru. Namun, Jonathan Liebesman yang sebelumnya sukses dengan 'The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning' berusaha untuk menyajikan pertempuran besar antara manusia melawan alien yang berbeda dari sebelumnya. Film ini terinsprirasi dari kejadian nyata pada 25 Februari 1942 di Los Angeles, Amerika Serikat. Saat itu, warga Los Angeles sempat ketakutan oleh beberapa benda asing terlihat melayang di langit.



2. Red Riding Hood (11 Maret)

Sutradara: Catherine Hardwicke, Pemain: Amanda Seyfried, Gary Oldman

'Red Riding Hood' merupakan film horor yang diadaptasi dari dongeng 'Little Red Riding Hood'. Film ini menampilkan kisah Valerie yang jatuh cinta kepada seorang pemuda yang desanya mendapat teror dari werewolf.



3. Sucker Punch (25 Maret)

Sutradara: Zack Snyder, Pemain: Emily Browning, Abbie Cornish, Jena Malone, Vanessa Hudgens

Zack Snyder menyebut film garapannya ini sebagai versi Alice in Wonderland dengan senapan mesin. Snyder adalah sutradara yang sebelumnya sukses dengan 'Dawn of the Dead', '300' dan 'Watchmen'. So, bisa dipastikan film ini bakal menyajikan gambar-gambar yang fantastis.



4. Scream 4 (15 April)

Sutradara: Wes Craven, Pemain: Neve Campbell, Courteney Cox, David Arquette

Setelah sepuluh tahun, pembunuh bertopeng akhirnya kembali menebar terornya. 'Scream 4' pun disebut-sebut sebagai babak baru dari seri 'Scream'.



5. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (20 Mei)


Sutradara: Rob Marshall, Pemain: Johnny Depp, Penelope Cruz

Orlando Bloom dan Keira Knightley tidak akan hadir di 'Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides'. Namun, kehadiran Penelope Cruz dipastikan akan menyajikan suasana baru di film sekuel bajak laut ini. Kali ini, Cruz akan mendampingi Johnny Depp untuk memecahkan misteri air mancur yang bisa membuat orang awet muda.



6. The Hangover 2 (26 Mei)

Sutradara: Todd Phillips, Pemain: Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis dan Justin Bartha

Kegilaan apa lagi yang akan ditampilkan Todd Phillips di sekuel 'Hangover'? Setelah gila-gilaan di Las Vegas, Phil, Stu, Alan dan Doug terbang ke Bangkok, Thailand untuk pernikahan Stu.



7. Kung Fu Panda 2 (27 Mei)

Sutradara: Jennifer Yuh Nelson, Pengisi Suara: Jack Black, Dustin Hoffman, Jackie Chan, Angelina Jolie, Lucy Liu

Anda pasti sudah tidak sabar untuk menyaksikan film animasi yang satu ini. Setelah menundukkan Tai Lung, kali ini Po harus berhadapan dengan Lord Shen yang memiliki senjata rahasia untuk menghancurkan dunia kung fu.



8. The Tree of Life (27 Mei)

Sutradara: Terrence Malick, Pemain: Brad Pitt, Sean Penn, Jessica Chastain

Jika melihat bintang utamanya, 'The Tree of Life' yang ber-genre drama fantasi pasti sayang untuk dilewatkan. Ini pertama kalinya Pitt dan Penn berada dalam satu layar.



9. Transformers: Dark of the Moon (1 Juli)

Sutradara: Michael Bay, Pemain: Shia LaBeouf, Rosie Huntington-Whiteley

Michael Bay mengaku 'Transformers: Revenge of the Fallen' memiliki banyak kekurangan. Bay pun berjanji akan menyajikan sesuatu yang lebih ciamik di 'Transformers: Dark of the Moon'. Mungkin Anda akan sedikit kecewa karena Megan Fox tidak hadir di film ini, tapi tenang saja Rosie Huntington-Whiteley dipastikan akan lebih seksi ketimbang Fox. 'Transformers: Dark of the Moon' akan menyajikan mitologi Autobots, dan sejarah Decepticons.



10. Final Destination 5 (26 Agustus)

Sutradara: Steven Quale, Pemain: Nicholas D'Agosto, Emma Bell

Steven Quale ikut membantu James Cameron dalam 'Avatar'. Oleh karena itu, Quale berjanji akan menampilkan teknologi 3D yang lebih baik dari 'The Final Destination'. 'Final Destination 5' masih menampilkan kisah sekumpulan pemuda yang harus menghadapi kematian.
Read More.. Post a Comment

Tuesday, January 04, 2011

Cara Ubah Facebook Profile Baru

Halaman profil Facebook (Facebook Profile) kini hadir dengan tampilan baru. Tips trik kali ini membahas cara mengubah halaman Facebook dengan tampilan profil baru. Perbedaannya sangat menonjol dengan tersedianya 5 buah foto di kolom tengah, tepatnya di bawah nama pengguna dan keterangan identitas. Kotak update status hilang, diganti dengan icon atau shortcut materi posting untuk update Status, Foto, Tautan, dan Video. Pada kolom kiri di bawah foto pengguna berisi daftar teman dan keluarga berjejer dari atas ke bawah. Saat halaman profil kita diakses teman, di kolom ketiga (paling kanan) ada menu Teman Bersama dan sebuah fitur baru yang memuat komunikasi dinding antara Anda dan teman-teman berisi riwayat komentar di dinding Anda.



Selain itu kita bisa melihat riwayat komunikasi antara teman yang satu dengan yang lainnya. Fitur ini berguna untuk melacak komunikasi antar teman misalnya bernama A dengan B, A dengan C, dan sebagainya. Cukup dengan menuliskan nama seorang teman di kotak atas dan nama teman lain di kotak bawah, maka komunikasi yang pernah dilakukan antara keduanya dapat kita ketahui.

CLICK DIBAWAH INI

get new profile



Read More.. Post a Comment

Monday, January 03, 2011

Bon Jovi Berpenghasilan Tertinggi di 2010

LOS ANGELES – Bon Jovi mengalahkan grup band AC/DC dan U2 untuk penghasilan tur tertinggi sepanjang 2010.

Bon Jovi meraih keuntungan sebesar USD 201,1 juta atau sekira Rp1,8 triliun dari penjualan tiket Circle Tour di 80 pertunjukan.

AC/DC berada di urutan kedua untuk dua tahun berturut-turut dengan pendapatan USD177 juta atau senilai Rp1,5 triliun. Lalu U2 yang merupakan band berpenghasilan tertinggi pada 2009, hanya meraih keuntungan sebesar USD160,9 juta atau Rp1,4 triliun. Demikian disitat NME.com, Senin (3/1/2011).

Sementara itu, Lady Gaga berada di urutan keempat dengan penghasilan USD133,6 juta atau Rp1,2 trilun dari keseluruhan tur yang dijalaninya.

Mengekor di bawah Gaga, Metallica meraup USD110 juta atau Rp991 miliar. Dan Paul McCartney mengumpulkan USD93 juta atau Rp837 miliar.

Sumber: okexone.com
Read More.. Post a Comment

Pesta Kembang Api Tahun Baru 2011 di Berbagai Negara di Dunia

Seperti sudah tradisi global, malam pergantian tahun selalu diramaikan pesta kembang api. Di hampir semua negara, pesta kembang api menjadi pembuka tahun. Pusat keramaian seperti ikon kota besar biasa menjadi tempat dilangsungkannya pesta cahaya.

Di Sydney, kembang api yang menghiasi kawasan Sydney Harbour Bridge dekat Gedung Opera disaksikan puluhan ribu orang. Di Taipei, kembang api malah seperti meledak dari Gedung Taipei 1010, gedung tertinggi di Taiwan.

Di Hong Kong, kembang api meluncur dari gedung-gedung pencakar langit di kawasan Victoria dan diperkirakan diramaikan sekitar 400.000 orang di kawasan dekat pelabuhan itu. Pesta kembang api juga menghiasi Menara kembar Petronas di Malaysia.




Perayaan Tahun Baru 2011 di Hong Kong

Kembang api tampak meluncur dari puncak-puncak gedung pencakar langit
di kawasan Victoria, Hong Kong, di malam pergantian tahun baru 2011.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Australia

Suasana pesta kembang api di sekitar Gedung Operas Sydney, Sabtu (1/1/2011)
tepat saat masuki tahun baru 2011.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Inggris

Suasana pesta kembang api di sekitar Big Bang London Inggris, Sabtu (1/1/2011)
tepat saat masuki tahun baru 2011.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Taiwan

Pesta kembang api dari menara Taipei 1010, gedung tertinggi di Taiwan, Sabtu 01-01-2011
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Thailand

Pesta kembang api dari Ibukota thailand, Bangkok, Sabtu 01-01-2011
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Malaysia

Perayaan pesta kembang api pada malam tahun baru 2011
di dekat Menara Petronas Malaysia.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Selandia Baru


Warga Selandia Baru turun ke jalan-jalan
sementara di ibukota Auckland digelar pesta kembang api.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di China

Lampion merah meramaikan perayaan tahun baru 2011 di Shanghai, Cina.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di India

Seorang pria di Karad, India, menandai tahun 2011 di kepalanya.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Indonesia

Dan yang paling megah adalah di Indonesia,
kembang api di Monas yang terdiri Dari kembang api PLUS Lautan Manusianya.
animasi




Perayaan Tahun Baru 2011 di Sapporo, Hokkaido

Suasana tahun baru di Sapporo, Hokkaido
animasi





ICT mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2011.
Semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

Read More.. Post a Comment